Bayang bayang bapak dan ibu-ku


bayang2 bapak ibu-ku
================
pengalaman spiritual menjelang kematian adekkku, sudah aku rasakan saat hari rabu (operasi ke 3), memasuki pelataran rumah sakit, menuju ruang ICU-NICU RS dr, Ramelan RSAL Surabaya, aroma dupa wangi sudah bisa ku cium, ini mengingatkan 1 hari menjelang kematian Abangku Achmad Zaki, saat aku besuk ke rumahnya, mulai masuk kampungnya, aku sudah mencium aroma dupa wangi, nyaliku ciut, dalam hati aku berkata : rasanya abangku tak lama lagi akan di panggil Gusti Allah, dan benar !,

saat ta’ziyah :
-1. antara percaya atau ngga, saat ta’ziyah adekku fitri Hanik, aku duduk bersebelahan dengan mas-ku rusli effendi, suara lantunan ayat suci al-quran terdengar merdu, teringat aku lafal bacaan seperti ibuku saat melantunkan ayat suci al-quran(kata orang ini lantunan khas santrinya Nyai SALICHA), dari dalam seorang ibu, meminta bapak bapak untuk menjadi imam sholat jenazah, karena ibu2 pengen sholat di rumah, sebab jenazaH akan dibawa ke mesjid terdekat, ditawarkan kepada bapak2 yang saat itu hadir semua pada diem, saat aku menoleh, dibelakang ibu tersebut ada bayangan ibu-ku, seperti berkata : azmi, ini adekmu jadilah imam untuk persaksian pada gusti Allah bahwa keluargamu, memang bisa melakukan sholat jenazah, tak terasa air mataku netes, lalu aku bangkit untuk menjadi imam sholat jenazah adekku, setelah selesai berdoa, aku bilang pada ibu2 yang ikut sholat jenazah : “ini adek saya !’, maapkan kalo ada salah, sepontan semua pada nangis, masa’ Allah sebegitu cintanya mereka pada adekku, semoga husnul khotimah, amiin.

-2. saat dipemakaman, sepintas aku melihat bayangan ayahku, kemudian mendekati aku, bisikan yang ku dengar : “azmi, kini tambah satu lagi sodaramu yang menemani ayah ibumu, kapan dirimu ?”, ku jawab : semua sudah tertulis, saatnya nanti kita bisa berkumpul bareng “. kemudian ayahku berkata : “azmi, terima kasih yaa, kiriman doa2mu setiap lepas sholat wajib dn sunnah, ayah ibumu, serta sodara2mu merasakan keikhlasanmu berdoa, sehingga alam barzah menjadi terang dan nyaman sebagai persinggahan menuju alam kekal kelak”.

air mataku makin deres, ini mengingatkan pesan bapakku dulu : “azmi, doa anak dan kerabat, lebih tulus dibandingkan doa orang lain, karena itu, jangan putus2 berdoa untuk ayah, ibu dan sodara2mu juga kerabatmu.

semoga ini sebagai pembelajaran diriku, anak cucuku dan kerabatku untuk makin istiqomah beribadah untuk persiapan menuju alam penantian sampe ke alam kekal.

Selamat jalan adekku, tugas duniamu sudah selesai, estafet sudah dipegang anak dan cucumu, semoga mereka bisa mewarisi keistiqomahan seperti dirimu, tunggulah semua kerabatmu akan menyusul dirimu, semoga kita bisa berkumpul dalam dekapan gusti Allah.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s