CARA MEMBUAT NUTRISI HIDROPONIK SENDIRI


Membuat nutrisi hidroponik sendiri ternyata sangat mudah. Kali ini saya akan membagikan bagaimana cara membuat nutrisi hidroponik sendiri.
Ada beberapa cara untuk membuat nutrisi hidroponik, tapi yang akan saya bahas kali ini adalah membuat nutrisi hidroponik menggunakan campuran dari pupuk-pupuk (anorganik), cara ini saya dapatkan dari beberapa situs. Bagi sobat yang sedang belajar hidroponik dan ingin menghemat biaya cara membuat nutrisi hidroponik ini layak sobat coba dirumah, karena berdasarkan perhitungan saya, harga untuk pembuatan nutrisi ini jauh lebih murah dibandingakan dengan nutrisi hidroponik yang sudah jadi seperti AB Mix.
langsung saja kita bahas bagaimana cara membuatnya:

Baca lebih lanjut

cara mudah menanam bibit anggrek


Happy Weekend
cara mudah menanam bibit anggrek dari Botol versi saya

pecinta anggrekpecinta anggrekAnggrek merupakan tanaman berbunga yang berpotensi sebagai tanaman hias. Namun kondisinya saat ini cukup memprihatinkan terkait kelestariannya di habitat aslinya. Berbagai ancaman baik alam ataupun manusia bisa mengurangi populasinya bahkan menyebabkan kepunahan. Sehingga upaya pemerintah dan instasi swasta lainnya sangat diperlukan dalam hal pelestarian baik secara in situ (dihabitat asliny) maupun eks-situ (diluar habitatnya). Salah satu upaya pelestarian yang cukup efektif saat ini adalah secara eks-situ yaitu melestarikan diluar habitat aslinya, melalui pengembangan bibit menggunakan metode kultur biji/kultur jaringan di dalam laboratorium. Hasilnya yang didapat juga sangat bagus dan jumlah yang didapat bisa banyak dan seragam. Sehingga diharapkan melalui perbanyakan skala laboratorium, dapat memenuhi kebutuhan pasar tanaman hias dan siapapun yang ingin memiliki tumbuhan cantik ini tanpa harus mengambilnya di hutan.
Lalu siapa bilang merawat bibit anggrek botolan susah? Seni dan suka duka nya menjadi tantangan tersendiri bagi yang benar2 Pecinta Anggrek sejati. Baca lebih lanjut


Kopdar kumflit

=============

IMG_193205529772346Seperti energi PERTAMAX PLUS yang di tuangkan pada kopdar poeri kemaren (12042015).

mengingatkan saya pada kopdar KHS di pondok sapphire, ada moment pengen membentuk koperasi….. sedang di poeri kemaren ada wacana belajar bareng tanam.

 

teman teman dari mojokerto, gresik, pandaan, blitar, penggede penggede KHS juga ikut merapat suwun kang si riyan, mba tya tiamo cs memberi atmosfir positip untuk sidoarjo bisa menggeliat NANDUR hidroponik.

Baca lebih lanjut

Petani INDONESIA berpesan


Petani INDONESIA berpesan :

Dulur menyemai itu sangat mudah, namun untuk bisa panen dengan hasil maksimal perlu proses, perjuangan, kesabaran. Baca lebih lanjut

perlu dibaca pemula


http://www.revolusiilmiah.com/2014/07/kelebihan-dan-kekurangan-hidroponik.html?m=1

Daur Ulang Rockwool


Rockwool…
daur ulang RWMerupakan salah satu media yang umum digunakan dalam hidroponik. Media ini terbuat dari bebatuan alam seperti basalt dan kapur yang diolah dan dipintal menjadi serat serat yang porous sehingga memungkinkan sirkulasi air dan udara mejadi mudah. Kondisi inilah yang menyebabkan media yang satu ini menjadi paling efektif diunakan untuk media tanam dalam hidroponik. Mengapa? Karena dalam hidroponik nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dilarutkan dalam air dan diaplikasikan tersistematis dan terus menerus pada media, sehingga media yang porous seperti rockwool ini sangat efektif dan efisien digunakan dalam hidroponik.

Sebagai media tanam, rockwool dapat digunakan dari sejak benih disemai hingga dipindahkan ke larutan nutrisi sesuai dengan sistem hidroponik yang digunakan. Prinsipnya, benih disemai pada rockwool hingga menghasilkan bibit siap tanam, kemudian bibit bibit tersebut dipindah ke sistem hidroponik baik itu NFT, wick, rakit apung atau aeroponik.

Secara ekonomis rockwool tergolong media tanam yang mahal. Oleh karena itu sayang bila rockwool hanya digunakan untuk sekali pakai. Pada prinsipnya rockwool memang bisa dipakai kembali untuk menanam karena bahan dasar media ini tidak mudah rusak, paling hanya hancur bentuknya selepas dipakai untuk menanam, sehingga banyak orang malas untuk menggunakan kembali rockwool yang telah dipakai untuk menanam karena bentuknya yang hancur dan tidak enak dipandang. Selain itu juga sering masih tertinggal akar akar tanaman pada sela sela/pori pori rockwool. Melihat kondisi ini, iseng iseng saya mecoba membuat daur ulang rockwool agar bisa digunakan kembali dengan mencetak ulang pada cetakan cetakan sederhana agar bentuknya lebih enak dipandang dan gampang digunakan.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan sisa sisa rockwool yang telah dipakai untuk menanam. Setelah itu rendam dalam air bersih selama beberapa menit. Langkah selanjutnya adalah pilahkan dan buang sisa sisa akar yang terkadang masih tersangkut pada sela sela rockwool hingga bersih. Hal ini dilakukan untuk menghindari tertinggalnya jamur dan bakteri yang kemungkinan ada dalam sisa sisa akar tanaman (catatan: lebih baik menggunakan sisa rockwool bekas tanaman tanaman yang sehat, rockwool bekas untuk menanam tanaman yang pernah terkena penyakit misalnya layu bakteri, layu fusarium, busuk pangkal batang/gummy stem blight dll sebaiknya dimusnahkan atau tidak digunakan kembali karena berpotensi menularkan penyakit).

Setelah rockwool bersih dari sisa sisa akar tanaman mulailah menghancurkan rockwool tersebut dengan meremas remas atau memisah misahkan serat serat rockwool hingga benar benar hancur atau lembut seperti bubur. Setelah itu saring dan pindahkan ke wadah yang bersih sambil diperas agar airnya keluar. Rendam lagi dengan air panas hingga air menjadi dingin sambil diaduk aduk. Perendaman dengan air panas bertujuan untuk membunuh bakteri dan jamur yang kemungkinan masih ada pada rockwool (akan lebih baik apabila direbus sebentar hingga mendidih lalu didinginkan).

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan cetakan untuk membentuk rockwool agar mudah digunakan. Saya mencoba dengan menggunakan cetakan sederhana yakni menggunkan cetakan bekas es krim (sekalian memanfaatkan barang bekas) yang sebelumnya dilubangi bagian bawahnya (untuk mengeluarkan air dari rockwool). Mungkin juga bisa dibentuk dengan bentuk-bentuk lain sesuai dengan selera. Setelah itu bubur rockwool yang telah dingin dapat dituang pada cetakan yang telah disiapkan. Tekan tekan dengan tangan agar air keluar dari lubang lubang cetakan. Padatkan hingga air tidak lagi menetes dari lubang cetakan. Kemudian setelah terlihat keras dan tidak lagi menetes airnya keluarkan rockwool dari cetakan. Jemur rockwool yang telah dicetak dibawah terik matahari. Jemur hingga kering sekitar 2 atau 3 hari terhantung tebal tipis cetakan dan tergantung cuaca saat menjemur. Tujuan menjemur hingga kering adalah agar rockwool daur ulang ini dapat disimpan kembali bila tidak langsung digunakan. Sampai pada langkah ini rockwool daur sudah jadi dan siap digunakan untuk menanam lagi. Mudah kan?

Catatan: Ide ini tercipta saat lagi kurang kerjaan plus sayang mau membuang barang-barang bekas yang masih bisa dipakai (niat mau irit), hehe… Dan ide ini masih jauh dari kesempurnaan, masukan kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan dari para pembaca.

Selamat mencoba!!!
Diposkan 21 hours ago oleh Arrum L

sumber : http://d-agroline.blogspot.com/2015/01/daur-ulang-rockwool.html

file PDF berHidroponik


Aphid dan cara pengendaliannya01 (1)

hidroponik_untuk_pemula

Selada Hidroponik