ANTARANE BENER LAN RUMONGSO BENER


ANTARANE BENER LAN RUMONGSO BENER
Dhados *Bener* niku penting, ananging *Rumongso Bener* niku mboten sae
*Kearifan* bakal ndhadosaken tiang meniko dados Bener, ananging *mboten*
Rumongso Bener
Bentenipun *Tiang Bener* lan *Tiang ingkang Rumongso Bener*:
*1* Tiang Bener, *mboten bakal nduweni pikiran* bilih piyambakipun ingkang *paling* bener
*2* Kosok wangsulipun* tiang ingkang * rumongso bener*, wonten ing pikiranipun namung piyambakipun ingkang *paling* bener Baca lebih lanjut

PESENE PARA LELUHUR


*KATA LELUHUR* :

(1). “Lading landhep paling-paling mung ngiris driji. Ilat landhep bisa ngiris ati”.

(“Pisau tajam paling-paling hanya mengiris jari… Lidah tajam bisa mengiris hati”). Baca lebih lanjut

ajaran falsafah JAWA


Dalam menghadapi kehidupan yang semakin tidak menentu ini, mungkin ada baiknya kalau kita mencoba merenung, menggali kembali ajaran-ajaran bijak generasi pendahulu kita yang mungkin akan sangat berguna bagi kehidupan masyarakat sekarang ini. Ajaran yang bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jawa saja, tetapi juga bisa bermanfaat bagi siapapun yang ingin mempelajarinya.
“SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI”
Semua Keberanian, Kekuatan, Kejayaan, dan Kemewahan yang ada di dalam diri manusia akan dikalahkan oleh Kebijaksanaan, Kasih Sayang, dan Kebaikan yang ada di sisi lain dari manusia itu sendiri. Baca lebih lanjut

SEJARAH KETUPAT


SEJARAH KETUPAT
sejarah kupatKonon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.
Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu
bakda Lebaran dan
bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.
*Arti Kata Ketupat.*
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus.
Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari :
NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
Ngaku lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
Laku papat artinya EMPAT TINDAKAN.
NGAKU LEPAT. Baca lebih lanjut

TRAH JAWA


Mungkin banyak orang dr keturunan Suku Jawa yang tidak tahu tentang ini (termasuk saya), atau jika tahu pun hanya sebagian…
“TRAH JAWA”
Ini urut2 an sampai ke 18.
Dalam Keluarga Jawa, biasanya anak menyebut orang tuanya dengan sebutan Bapak dan Ibu.
Orang tuanya Bapak dan ibu disebut Eyang.
Orang tua Eyang disebut apa..?
Berikut adalah istilah untuk level keturunan (ke- bawah) dan level leluhur (ke atas) dalam Bahasa Jawa : Baca lebih lanjut

Falsafah wong JOWO


Falsafah wong JOWO by Ronggo Warsito :

Rejeki iku ora iså

ditiru..
REJEKI ITU TIDAK BISAronggo warsito1
DITIRU..

Senajan pådå lakumu
WALAU SAMA
JALANMU

Senajan pådå dodolan mu,

WALAU SAMA
JUALANMU

Senajan pådå nyambut gawemu.
WALAU SAMA
PEKERJAANMU…

Kasil sing ditåmpå bakal bedå2….,
HASIL YANG
DITERIMA AKAN BERBEDA
SATU SAMA LAIN

Iså bedå nèng akèhé båndhå,
BISA LAIN DALAM
BANYAKNYA HARTA Baca lebih lanjut

Kertas Kumal ini perlu di baca


============================================
JANGAN PELIT PADA KELUARGA terus BERLAGAK SEDEKAH – ANEH !!
============================================
Sedekah Kepada Keluarga dan Kerabat
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra : suatu ketika pada hari raya Rasulullah Saw pergi ke Mushalla (ruang atau lapangan yang difungsikan sebagai tempat shalat). Kemudian Nabi Muhammad Saw pulang, ketika Nabi Muhammad Saw sampai di rumahnya , Zainab, istri Ibn Mas’ud meminta izin untuk masuk. Ia berkata, “ya Rasulullah, inilah Zainab”. Nabi Muhammad Saw bertanya,”Zainab yang mana?” ia menjawab bahwa ia istri Ibn Mas’ud. Nabi Muhammad Saw bersabda,”baiklah, silakan masuk”. Ia pun masuk dan berkata, “ya Rasulullah, hari ini anda memerintahkan kami untuk mengeluarkan sedekah dan aku memiliki sebuah perhiasan yang kuniatkan akan kuberikan sebagai sedekah tetapi Ibn Mas’ud berkata bahwa ia dan anak-anaknya lebih berhak mendapatkannya ketimbang orang lain.” Nabi Muhammad Saw bersabda, “apa yang dikatakan Ibn Mas’ud benar. Suami dan anak-anak mu lebih berhak memperolehnya daripada orang lain”.